fgdg

fgdg
vfv

Selasa, 15 November 2016

Memoar The Chronicles of Life and Death !


Hororrez… Love and Luxury !

Semuanya dimulai saat saya masuk bangku perkuliahan dulu, dulu sekali.. Bahkan saya lupa tepatnya tanggal berapa.. Ingatan terkuat dari apa yang saya alami dulu adalah, betapa bersikerasnya kedua orang tua saya ketika ingin menguliahkan saya. Yang paling militant adalah ketika Bapak saya pergi ke Cirebon, menunggangi motor Supra X 100 CC. (Kampus 1 untuk meminta brosur pembayaran, pilihan fakultas yang tersedia di Unswagati dan segala macam utopia sejenis tentang Visi, Misi dan Foto kegiatan Mahasiswa, ruang kelas dan hal menggelikan lainnya tentang Institusi Pendidikan!) Btw, Demi Tuhan.. atau apapun itu yang memandu kehidupan saya, yang saya inginkan dulu adalah pergi kuliah di Solo, saya mengambil jalur SBMPTN, hanya sial saya tidak lolos. Dan saya memutuskan untuk ikut lagi tahun depan, hanya takdir berbicara lain ketika upaya dari kedua orang tua saya mulai ambil bagian. Dengan takdir yang saya terima, akhirnya saya masuk Unswagati di Fakultas Pendidikan Bahasa Inggris. Saat itu, banyak hal yang sebenarnya tidak saya perkirakan sebelumnya. Seperti cara pergaulan anak kuliahan, apa yang harus kita kerjakan dan ruang dialektika yang sepenuhnya baru. Saya akhirnya berkenalan dengan banyak teman saat itu, kita melewati hari-hari ajaib yang benar-benar tidak pernah kita perkirakan, melewati batas kewarasan dari seorang manusia pada umumnya, dan terjebak di binalnya kehidupan perkuliahan (yeaah!!). Dan seiring dengan beringsutnya waktu, kita menikmati romansa tahun-tahun akhir dan berbahayanya ketika menghadapi siksaan terkutuk skripsi, dosen pembimbing yang ngajak maen petak-umpet dan kesulitan-kesulitan ajaib lainnya (inget moment ini suka pengen ketawa, pak misdi manaaa pak misdi!!) Dengan semua kutukan dan takdir yang berhasil ditaklukan, akhirnya saya terbebas secara murni dari Unswagati di Bulan Januari Tahun 2015 (Wisuda bareng saat itu dengan Saudara Firman Himawan, Lukman Fauzi dan Erwin Sandra Wijaya, teman satu kelas C). Ingatan tentang teman-teman akan selamanya hidup, dan tersaturasi dengan baik di memori. walaupun hampir beberapa tahun ke belakang saya sempat hilang koneksi dan menjaga jarak dengan alat komunikasi. Moment awal saya bertemu lagi dengan teman-teman hororrez adalah ketika suatu ketika Saudari Permata Nur Iskandar memberi tahu tentang acara buka puasa bareng atau entah apa. Dengan nyali yang kuat dan keberanian yang mumpuni saya berani meminta pin bb teman-teman saat itu, seperti Bang Syamsul Arifin dan Bambang Abi Fazry (the god damn boss!!) . Banyak hal yang sudah terjadi yang sepenuhnya saya tidak mengetahui, ibaratnya seperti saya baru bangun tidur selama ribuan hari dan ketika melihat teman kita dulu sudah sepenuhnya berbeda. Tapi untuk hal ini bukan kapasitas saya untuk membicarakannya, toh setiap orang itu punya isi kepala yang berbeda satu dengan lainnya. Dan akhirnya dari moment awal tentang pin bb itu saya banyak tahu tentang pergerakan, cara bertahan hidup, wilayah dialektika dan bagaimana mewujudkan impian teman-teman sejauh ini, seperti Bang Syam, Abah Jaja, De Lukman, Saudari Emma, Saudari Cut Anida dengan Dunia Pendidikannya, Aby, Bang Bur, Saudara Erwin dan Saudari Panca dengan Dunia Perbankan dan rutinitas menghadapi nasabahnya, Saudari Fuzi (Kalo si gondrong rese, kirim alamat lengkap sama fotonya aja teh, nanti saya kirim orang buat culik dia! Nah lho?) Ami (apa kabar miss universe tuh? Hihihii..) dan Ayaz (Cibeureum masih paroek nyaa?? Hahaha..) dengan dunia Online Shopnya, Saudara Firman dengan Dunia Asuransi dan Eksekusi wanitanya (Hark!!), Saudari Novi dengan Dunia Kapitalisme dan perjuangan hak-hak dan kelasnya, Saudari Permata dengan pilihan menjadi Oportunis sejati dengan mengabdi kepada kedua orang tua, dan saya.. Entahlah, saya hanya menjalani apa yang Sistem ini berikan kepada saya, dan sebrutal apapun saya mencoba menjalaninya dengan kepala tegak. Selanjutnya, setiap malam yang kita lewati sekarang jelas berbeda, jika dulu yang kita bicarakan adalah tugas kuliah dan cara menyelesaikannya, itu sudah jauh tertinggal. Seperti statement yang populer saat ini, “Waktu itu tidak pernah berhenti atau mundur ke belakang, hidup hanya sekali.. Tak pernah ada jalan pulang!”. Harapan dari postingan terkutuk ini adalah saya bisa menyapa lagi teman-teman, sahabat, keluarga, musuh atau sesuatu ditengah-tengahnya dan sebagai tanda eksistensi bahwa saya masih bertahan di dunia ini yang mulai kehilangan relevansinya. Semoga masih ada waktu, energy dan takdir yang bisa membawa saya kembali menziarahi tempat-tempat yang saya banyak berhutang inspirasi selama ini, Seperti : Rumah Aby di Desa Gempol (Jujur, semalem saya sempet lewat rumah itu, saya liat motor kharisma 125 CC dan Honda beat, ohh dewaa.. Motor dengan plat nomer E *Sensor* HT itu masih bertahan di dunia ini ternyata!!) Bang Syam di Tegal Widara (apapun yang terjadi saya harus membayar hutang saya untuk mengunjungi kediaman abang sebelum tahun ini selesai, bangkee sumpah.. susah banget nyari timing yang pasnya eh bang!! Hihhii..) , Firman di Paniis (teuing eh, lupa-lupa ingat jalanna!! Hahaha..) Saudara Erwin dan Saudari Almas di Perum (mbuh ya, keder dalan ne ruu), Bang Bur di Plered (Sumpah ngga tau, ingetnya pas udah lewatin SD atau apa itu tuh!!) trus Saudara Erwin Rizal di Jamblang, (naah.. yang ini mah inget, kalo dari pasar Jamblang nanti tinggal ambil kiri trus nanya ama warga sekitar! Hahaha..) Saudari emma di Kesambi (Ini sama puyengnya sama akses menuju rumah Saudari Ami, agak nyerempet lieur trus selebihnya lupaaa eh!!) Saudari Fuzi di Jatiwangi (eh katanya tinggalnya di Sumber, ngga tau sih!), Saudari Laras Pradestyas alias Ayas alias AAS di Cibeureum!! Hahaha.. Saudari Panca di depan kampus 1 Unswagati, Saudari Permata di Penggung, dan banyak schedule rupawan lain yang seharusnya bisa terealisasi di penghujung tahun ini. Akhirul kolom, semoga kita mampu bertahan dari setiap amukan waktu dan kehadiran kita bisa memberi makna dan bisa mempercantik dunia seperti Raisa (Fuck it!).. Amiin !


Your forever friend, Muhamad Rizkia Ramdhani alias Danie Rock alias Muhammad Rocky Abdullah alias Alfredurst Lohan Saha !

-PS
Untuk menajamkan kembali ingatan tentang waktu yang lalu, berikut saya upload ulang apa yang saat itu dicatat waktu, selamat menyaksikan ! Btw, gambar di bawah ini sepenuhnya masih sama seperti apa yang pertama kali terekam. ngga ada proses editting di setiap gambarnya. Mengenai susunan, saya memasang foto dengan bentuk Landscape di bagian atas lalu kemudian bentuk Potrait, tentunya agar semakin terlihat rapih dan terkesan menyedihkan. Hihihi.. Selamat Mendownload, Cheers !

*shimmy shimmy ya