Hororrez… Love
and Luxury !
Semuanya dimulai saat saya masuk
bangku perkuliahan dulu, dulu sekali.. Bahkan saya lupa tepatnya tanggal
berapa.. Ingatan terkuat dari apa yang saya alami dulu adalah, betapa
bersikerasnya kedua orang tua saya ketika ingin menguliahkan saya. Yang paling militant
adalah ketika Bapak saya pergi ke Cirebon, menunggangi motor Supra X 100 CC. (Kampus
1 untuk meminta brosur pembayaran, pilihan fakultas yang tersedia di Unswagati
dan segala macam utopia sejenis tentang Visi, Misi dan Foto kegiatan Mahasiswa,
ruang kelas dan hal menggelikan lainnya tentang Institusi Pendidikan!) Btw,
Demi Tuhan.. atau apapun itu yang memandu kehidupan saya, yang saya inginkan
dulu adalah pergi kuliah di Solo, saya mengambil jalur SBMPTN, hanya sial saya
tidak lolos. Dan saya memutuskan untuk ikut lagi tahun depan, hanya takdir
berbicara lain ketika upaya dari kedua orang tua saya mulai ambil bagian.
Dengan takdir yang saya terima, akhirnya saya masuk Unswagati di Fakultas
Pendidikan Bahasa Inggris. Saat itu, banyak hal yang sebenarnya tidak saya
perkirakan sebelumnya. Seperti cara pergaulan anak kuliahan, apa yang harus
kita kerjakan dan ruang dialektika yang sepenuhnya baru. Saya akhirnya
berkenalan dengan banyak teman saat itu, kita melewati hari-hari ajaib yang
benar-benar tidak pernah kita perkirakan, melewati batas kewarasan dari seorang
manusia pada umumnya, dan terjebak di binalnya kehidupan perkuliahan (yeaah!!).
Dan seiring dengan beringsutnya waktu, kita menikmati romansa tahun-tahun akhir
dan berbahayanya ketika menghadapi siksaan terkutuk skripsi, dosen pembimbing
yang ngajak maen petak-umpet dan kesulitan-kesulitan ajaib lainnya (inget
moment ini suka pengen ketawa, pak misdi manaaa pak misdi!!) Dengan semua
kutukan dan takdir yang berhasil ditaklukan, akhirnya saya terbebas secara
murni dari Unswagati di Bulan Januari Tahun 2015 (Wisuda bareng saat itu dengan
Saudara Firman Himawan, Lukman Fauzi dan Erwin Sandra Wijaya, teman satu kelas
C). Ingatan tentang teman-teman akan selamanya hidup, dan tersaturasi dengan
baik di memori. walaupun hampir beberapa tahun ke belakang saya sempat hilang
koneksi dan menjaga jarak dengan alat komunikasi. Moment awal saya bertemu lagi
dengan teman-teman hororrez adalah ketika suatu ketika Saudari Permata Nur
Iskandar memberi tahu tentang acara buka puasa bareng atau entah apa. Dengan nyali
yang kuat dan keberanian yang mumpuni saya berani meminta pin bb teman-teman
saat itu, seperti Bang Syamsul Arifin dan Bambang Abi Fazry (the god damn
boss!!) . Banyak hal yang sudah terjadi yang sepenuhnya saya tidak mengetahui,
ibaratnya seperti saya baru bangun tidur selama ribuan hari dan ketika melihat
teman kita dulu sudah sepenuhnya berbeda. Tapi untuk hal ini bukan kapasitas
saya untuk membicarakannya, toh setiap orang itu punya isi kepala yang berbeda
satu dengan lainnya. Dan akhirnya dari moment awal tentang pin bb itu saya
banyak tahu tentang pergerakan, cara bertahan hidup, wilayah dialektika dan
bagaimana mewujudkan impian teman-teman sejauh ini, seperti Bang Syam, Abah
Jaja, De Lukman, Saudari Emma, Saudari Cut Anida dengan Dunia Pendidikannya,
Aby, Bang Bur, Saudara Erwin dan Saudari Panca dengan Dunia Perbankan dan
rutinitas menghadapi nasabahnya, Saudari Fuzi (Kalo si gondrong rese, kirim alamat lengkap sama fotonya aja teh, nanti saya kirim orang buat culik dia! Nah lho?) Ami (apa kabar miss universe tuh? Hihihii..) dan Ayaz (Cibeureum masih paroek nyaa?? Hahaha..) dengan dunia Online
Shopnya, Saudara Firman dengan Dunia Asuransi dan Eksekusi wanitanya (Hark!!), Saudari
Novi dengan Dunia Kapitalisme dan perjuangan hak-hak dan kelasnya, Saudari
Permata dengan pilihan menjadi Oportunis sejati dengan mengabdi kepada kedua
orang tua, dan saya.. Entahlah, saya hanya menjalani apa yang Sistem ini
berikan kepada saya, dan sebrutal apapun saya mencoba menjalaninya dengan
kepala tegak. Selanjutnya, setiap malam yang kita lewati sekarang jelas
berbeda, jika dulu yang kita bicarakan adalah tugas kuliah dan cara
menyelesaikannya, itu sudah jauh tertinggal. Seperti statement yang populer saat
ini, “Waktu itu tidak pernah berhenti atau mundur ke belakang, hidup hanya sekali..
Tak pernah ada jalan pulang!”. Harapan dari postingan terkutuk ini adalah saya
bisa menyapa lagi teman-teman, sahabat, keluarga, musuh atau sesuatu
ditengah-tengahnya dan sebagai tanda eksistensi bahwa saya masih bertahan di
dunia ini yang mulai kehilangan relevansinya. Semoga masih ada waktu, energy dan
takdir yang bisa membawa saya kembali menziarahi tempat-tempat yang saya banyak
berhutang inspirasi selama ini, Seperti : Rumah Aby di Desa Gempol (Jujur,
semalem saya sempet lewat rumah itu, saya liat motor kharisma 125 CC dan Honda beat,
ohh dewaa.. Motor dengan plat nomer E *Sensor* HT itu masih bertahan di dunia
ini ternyata!!) Bang Syam di Tegal Widara (apapun yang terjadi saya harus
membayar hutang saya untuk mengunjungi kediaman abang sebelum tahun ini
selesai, bangkee sumpah.. susah banget nyari timing yang pasnya eh bang!! Hihhii..)
, Firman di Paniis (teuing eh, lupa-lupa ingat jalanna!! Hahaha..) Saudara
Erwin dan Saudari Almas di Perum (mbuh ya, keder dalan ne ruu), Bang Bur di
Plered (Sumpah ngga tau, ingetnya pas udah lewatin SD atau apa itu tuh!!) trus
Saudara Erwin Rizal di Jamblang, (naah.. yang ini mah inget, kalo dari pasar Jamblang
nanti tinggal ambil kiri trus nanya ama warga sekitar! Hahaha..) Saudari emma
di Kesambi (Ini sama puyengnya sama akses menuju rumah Saudari Ami, agak
nyerempet lieur trus selebihnya lupaaa eh!!) Saudari Fuzi di Jatiwangi (eh katanya
tinggalnya di Sumber, ngga tau sih!), Saudari Laras Pradestyas alias Ayas alias
AAS di Cibeureum!! Hahaha.. Saudari Panca di depan kampus 1 Unswagati, Saudari
Permata di Penggung, dan banyak schedule rupawan lain yang seharusnya bisa
terealisasi di penghujung tahun ini. Akhirul kolom, semoga kita mampu bertahan
dari setiap amukan waktu dan kehadiran kita bisa memberi makna dan bisa
mempercantik dunia seperti Raisa (Fuck it!).. Amiin !
Your forever friend, Muhamad Rizkia Ramdhani alias Danie Rock alias Muhammad Rocky Abdullah alias Alfredurst Lohan Saha !
-PS
Untuk menajamkan kembali ingatan tentang waktu yang lalu, berikut saya upload ulang apa yang saat itu dicatat waktu, selamat menyaksikan ! Btw, gambar di bawah ini sepenuhnya masih sama seperti apa yang pertama kali terekam. ngga ada proses editting di setiap gambarnya. Mengenai susunan, saya memasang foto dengan bentuk Landscape di bagian atas lalu kemudian bentuk Potrait, tentunya agar semakin terlihat rapih dan terkesan menyedihkan. Hihihi.. Selamat Mendownload, Cheers !
*shimmy shimmy ya
*shimmy shimmy ya








































